Sunday, March 23, 2014

Self-Control

Let us consider about "Self-Control". What is self-control? What is important in self-control? Why we must control ourselves? What would happen if we can't control ourselves?

Here's my explanation.

Nowadays, people getting easier to get their temper high. It's because of the growth of technology, development of information system, and such developments somehow make our behavior correspond directly proportional to it. We do rest more seldom than before, and in some point, we don't know what is "rest" anymore. When this lifestyle continues, I'm scared that we are not doing something as human, but as robot.

Sukacita = Joy



Sukacita.
Siapakah manusia sehingga mereka diberikan kemampuan untuk tertawa?
Siapakah manusia sehingga mereka diberikan rasa gembira?
Siapakah manusia sehingga mereka memiliki selera humor?

Mari kita memikirkan esensi dari sukacita. Apa itu sukacita?
Saya rasa, sukacita merupakan keadaan dimana segala kebutuhan yang ada di dalam diri ini seperti dipenuhi, meskipun secara realita, masih banyak kekurangan. Mensyukuri kekurangan -- mungkin itu definisi saya mengenai sukacita.

Sukacita tentu berbeda dengan senang.
Sukacita mengandung unsur ketenangan, kesenangan mengandung unsur ketegangan.
Sukacita lebih lama, kesenangan lebih sementara.
Sukacita tidak bisa direbut oleh siapapun kecuali diri kita, kesenangan mudah runtuh.
Sukacita tidak tergantung oleh seberapa sulit kita berada, kesenangan sangat bergantung kepada keadaan.

Joy and happiness are two different things. They both expressed in our face, but only joy can be felt in our heart.

Meskipun demikian, kesenangan bukanlah hal yang salah. Bersenang-senangpun (hal yang sering dianggap tabu oleh orang-orang beragama) bukanlah hal yang salah juga. Terkadang di dalam pemikiran ekstrim kita, kita memisahkan dengan ekstrim juga antara sukacita dan kesenangan.

Berhati-hatilah dengan pemikiran kita. Jangan menjadi orang yang hidup di dalam kesempitan "pengajaran" agama. Jadilah orang yang bijaksana, karena Tuhan menciptakan kita untuk menikmati setiap anugerahNya di dalam sukacita dan kesenangan yang penuh!


Saturday, March 15, 2014

Inception



Mau ceritain mimpi nih, baru kali ini punya mimpi yang kayak gini. Silakan dibaca, mungkin saja baik untuk para laki-laki yang sedang memiliki tingkat keegoisan super tinggi yang mau belajar sedikit merelakan keinginannya:


Aku sedang bermimpi lagi di suatu tempat yang sedang ada peperangan antara 2 ratu, yaitu Ratu Baik dan Ratu Jahat. Ratu Baik ingin tempatnya terus memiliki ketenangan dan kedamaian. Namun Ratu Jahat ingin tempatnya itu dikuasai oleh dia. Kedua Ratu ini saling adu tenaga untuk “menghipnotis” penduduk setempat.

Aku sebagai orang yang cukup penting pada tempat itu juga tidak luput dari mata mereka. Namun karena aku pro kepada Ratu Baik, aku selalu dekat dengan Ratu Baik. Namun aku merasa dihianati oleh Ratu Baik karena dia berusaha menghipnotis aku. Aku dihipnotis untuk menjadi makin benci kepada Ratu Jahat. Sedangkan istri aku (maklum mimpi dalam mimpi, masih belum kesampean huahahaha), mungkin tidak perlu disebutkan yah disini, maka sebut saja Kloguq ditangkap oleh Ratu Jahat dan juga dihipnotis untuk semakin benci dengan aku.

Pada saat itu, aku bisa melihat diri aku yang mau berontak terhadap kuasa dari Ratu Baik, namun aku hanya bisa kesal karena apapun yang aku kerjakan selalu mendukung Ratu Baik, karena aku dihipnotis. Ini sangat sulit, ketika hatimu tidak inginkan itu, tapi tubuh dan pikiranmu selalu menjalankan hal yang sebaliknya. Aku akhirnya berhasil bertemu dengan Ratu Jahat dan kebencian itu semakin meledak-ledak, sehingga apa yang aku kerjakan adalah berusaha untuk membunuh Ratu Jahat itu.

Pisau aku ambil, dan berusaha membabi buta membunuh Ratu Jahat itu. Namun ketika aku mendapatkan spot yang tepat untuk menusuk perutnya, tiba tiba yang nengok adalah muka Kloguq, dan pisau itu berhenti bergerak. Dari kejauhan ada teriakan dari Ratu Baik “bunuh saja dia, apa yang kau tunggu lagi? Itu bukan istrimu! Itu hanyalah hipnotis”. Karena aku masih dibawah pengaruh hipnotis dari Ratu Baik, aku dengan air mata membiarkan tangan aku yang memegang pisau menusuk tubuh yang memiliki wajah sama dengan Kloguq. Ketika aku selesai membunuh orang itu.

Ratu Baik mendatangi aku dan mengatakan “Kau sudah membunuh istrimu, yang bukan istrimu.. Peperangan aku dengan Ratu Jahat bukan urusanmu, kau harus berani membunuh orang yang engkau akung untuk mendapatkan perkenanan dari aku.”. Sambil berlinangan air mata, Ratu Baik mencabut hipnotisnya kepada aku. Lalu aku melihat ternyata yang aku bunuh adalah diri aku sendiri, aku sambil menangis mencabut pisau dari perut aku. Dan perut aku berlinangan darah. Aku menangis sambil menunggu kematian........

Tiba-tiba....

Skema berganti kepada sebuah kamar Nobita. Di situ cukup detail wajah Nobita dan Doraemon yang sudah tua. Mereka sudah 30an tahun. Namun mereka masih bersama. Dan akungnya aku terbangun sebagai Nobita tua yang menunggu perginya Doraemon ke dunia aslinya dan tidak akan kembali lagi. Doraemon membangunkan aku yang sedang meraung-raung dengan mimpi tingkat 2-nya.

Ketika aku terbangun dari mimpi tingkat-2, aku memeluk Doraemon sambil menangis dan menceritakan mimpi aku yang mengerikan itu. Lalu Doraemon mengatakan satu hal: “Dari dulu gw kasih lu semua barang-barang canggih! Lu salah gunakan! Sekarang gw mau pulang bukan karena benci sama lu! Tapi gw pulang supaya lu mandiri! You’re 30 right now! Be mature!”. Tanpa basa basi iapun pergi ke meja, dan menghilang begitu saja. Aku makin tidak bisa mengontrol diriku yang semakin liar, namun tiba-tiba sesosok wanita tua yang memegang tongkat, yang biasa aku panggil “mama” datang dan menanyakan “kenapa nangis dua kali?”. Aku langsung saja menjawab “lu mau tinggalin gw lagi biar gw nangis 3x?”. Mama tersenyum dan mengatakan, “mau hadiah?”. Ternyata ia sedang menggandeng seseorang.

Oh nooo!! Ia membawakanku calon istri yang bisa mendampingiku di dalam aku bertumbuh dewasa! Bukan Sizuka, namun Kloguq. Mukanya tersenyum kecil ketika menatapku, dan pelukan hangat darinya membangunkanku pelan-pelan dari mimpi ini. Akhirnya akupun yang bangun menangis dari mimpi tingkat 2 ke mimpi tingkat 1, dapat bangun sambil tersenyum (meskipun tergeletak di lantai) dari mimpi tingkat 1 ke dunia asli, dimana suatu hari aku akan bisa menjadi dewasa.


Gimana teman-teman mimpiku ini? Gw bener-bener ga kepikir bisa mimpi kayak gini... Mungkin gw pernah nonton Doraemon, Black Swan, yang secara major mengisahkan mimpi gw ini. Silakan direnungkan, boleh dishare kalau menurut kalian bisa mengubah paradigma teman-teman anda mengenai "keinginan diri".