Wednesday, March 4, 2015
Bersyukur (Being Grateful)
Monday, January 19, 2015
Love Series: The Two Responses
“To love at all is to be vulnerable. Love anything and your heart will be wrung and possibly broken. If you want to make sure of keeping it intact you must give it to no one, not even an animal. Wrap it carefully round with hobbies and little luxuries; avoid all entanglements. Lock it up safe in the casket or coffin of your selfishness. But in that casket, safe, dark, motionless, airless, it will change. It will not be broken; it will become unbreakable, impenetrable, irredeemable. To love is to be vulnerable.”
Saturday, January 3, 2015
New Year Resolution?
Monday, December 8, 2014
Preparing Marriage
- Mercy / pengampunan,
- Grace / anugerah,
- Unconditional Love / kasih yang tidak bersyarat.
Wednesday, September 3, 2014
Perspective of Love
I took my bible and was trying to find the answer. I open 1 Corinthians 13 (I am not randomly search for the answer, I knew that verse talk about love). Surprisingly, I felt so blessed. I got another perspective of love, in an old manuscript called "Bible".
I found that The Love is a nuclear of our everything. Love acts as a nucleus in our life.
Saturday, April 19, 2014
H+2 Kematian Tuhan, H-2 Menuju Kemenangan
Bagaimana respon kita ketika kita disalah mengerti oleh orang? Apalagi orang yang kamu sayang.
Apakah kita akan cenderung untuk mempersalahkan orang yang salah mengerti kita?
Ataukah kita mempersalahkan diri kita?
Buat saya dua duanya bukan jawaban.
Ketika kita disalah mengerti, kita seharusnya minta jawaban kepada Tuhan, dan minta bijaksana Tuhan dalam bagaimana menghadapi hal ini. Cara terbaik buat saya adalah diam sejenak, berdoa, menenangkan pikiran, jangan terlalu terburu-buru untuk menyelesaikan dan mengklarifikasi masalah.
Ini kunci hikmat yang cukup sulit bagi saya untuk saya lakukan (dan saya percaya bagi kebanyakan orang!)
Berdiam diri, tidak membalas, tidak mengklarifikasi apa apa, berdoa, serahkan diri kepada Tuhan, itulah yang diajarkan Tuhan Yesus ketika Dia mau ditangkap dan bahkan ketika Ia meregang nyawaNya di atas kayu salib.
Hidup ini memang tidaklah adil bagi orang Kristen, karena mereka selalu disalah artikan, bahkan oleh sesama orang Kristen. Namun tidak ada batasan bagi Tuhan untuk menggunakan apapun untuk mengajarkan kita.
Kembalilah kepada Tuhan, maka Ia akan memberikan kelegaan sekalipun kita ada di tanah yang tandus.
Sunday, March 23, 2014
Sukacita = Joy
Sukacita.
Siapakah manusia sehingga mereka diberikan kemampuan untuk tertawa?
Siapakah manusia sehingga mereka diberikan rasa gembira?
Siapakah manusia sehingga mereka memiliki selera humor?
Mari kita memikirkan esensi dari sukacita. Apa itu sukacita?
Saya rasa, sukacita merupakan keadaan dimana segala kebutuhan yang ada di dalam diri ini seperti dipenuhi, meskipun secara realita, masih banyak kekurangan. Mensyukuri kekurangan -- mungkin itu definisi saya mengenai sukacita.
Sukacita tentu berbeda dengan senang.
Sukacita mengandung unsur ketenangan, kesenangan mengandung unsur ketegangan.
Sukacita lebih lama, kesenangan lebih sementara.
Sukacita tidak bisa direbut oleh siapapun kecuali diri kita, kesenangan mudah runtuh.
Sukacita tidak tergantung oleh seberapa sulit kita berada, kesenangan sangat bergantung kepada keadaan.
Joy and happiness are two different things. They both expressed in our face, but only joy can be felt in our heart.
Meskipun demikian, kesenangan bukanlah hal yang salah. Bersenang-senangpun (hal yang sering dianggap tabu oleh orang-orang beragama) bukanlah hal yang salah juga. Terkadang di dalam pemikiran ekstrim kita, kita memisahkan dengan ekstrim juga antara sukacita dan kesenangan.
Berhati-hatilah dengan pemikiran kita. Jangan menjadi orang yang hidup di dalam kesempitan "pengajaran" agama. Jadilah orang yang bijaksana, karena Tuhan menciptakan kita untuk menikmati setiap anugerahNya di dalam sukacita dan kesenangan yang penuh!
Saturday, March 15, 2014
Inception
Mau ceritain mimpi nih, baru kali ini punya mimpi yang kayak gini. Silakan dibaca, mungkin saja baik untuk para laki-laki yang sedang memiliki tingkat keegoisan super tinggi yang mau belajar sedikit merelakan keinginannya:
Aku sedang bermimpi lagi di suatu tempat yang sedang ada peperangan antara 2 ratu, yaitu Ratu Baik dan Ratu Jahat. Ratu Baik ingin tempatnya terus memiliki ketenangan dan kedamaian. Namun Ratu Jahat ingin tempatnya itu dikuasai oleh dia. Kedua Ratu ini saling adu tenaga untuk “menghipnotis” penduduk setempat.
Aku sebagai orang yang cukup penting pada tempat itu juga tidak luput dari mata mereka. Namun karena aku pro kepada Ratu Baik, aku selalu dekat dengan Ratu Baik. Namun aku merasa dihianati oleh Ratu Baik karena dia berusaha menghipnotis aku. Aku dihipnotis untuk menjadi makin benci kepada Ratu Jahat. Sedangkan istri aku (maklum mimpi dalam mimpi, masih belum kesampean huahahaha), mungkin tidak perlu disebutkan yah disini, maka sebut saja Kloguq ditangkap oleh Ratu Jahat dan juga dihipnotis untuk semakin benci dengan aku.
Pada saat itu, aku bisa melihat diri aku yang mau berontak terhadap kuasa dari Ratu Baik, namun aku hanya bisa kesal karena apapun yang aku kerjakan selalu mendukung Ratu Baik, karena aku dihipnotis. Ini sangat sulit, ketika hatimu tidak inginkan itu, tapi tubuh dan pikiranmu selalu menjalankan hal yang sebaliknya. Aku akhirnya berhasil bertemu dengan Ratu Jahat dan kebencian itu semakin meledak-ledak, sehingga apa yang aku kerjakan adalah berusaha untuk membunuh Ratu Jahat itu.
Pisau aku ambil, dan berusaha membabi buta membunuh Ratu Jahat itu. Namun ketika aku mendapatkan spot yang tepat untuk menusuk perutnya, tiba tiba yang nengok adalah muka Kloguq, dan pisau itu berhenti bergerak. Dari kejauhan ada teriakan dari Ratu Baik “bunuh saja dia, apa yang kau tunggu lagi? Itu bukan istrimu! Itu hanyalah hipnotis”. Karena aku masih dibawah pengaruh hipnotis dari Ratu Baik, aku dengan air mata membiarkan tangan aku yang memegang pisau menusuk tubuh yang memiliki wajah sama dengan Kloguq. Ketika aku selesai membunuh orang itu.
Ratu Baik mendatangi aku dan mengatakan “Kau sudah membunuh istrimu, yang bukan istrimu.. Peperangan aku dengan Ratu Jahat bukan urusanmu, kau harus berani membunuh orang yang engkau akung untuk mendapatkan perkenanan dari aku.”. Sambil berlinangan air mata, Ratu Baik mencabut hipnotisnya kepada aku. Lalu aku melihat ternyata yang aku bunuh adalah diri aku sendiri, aku sambil menangis mencabut pisau dari perut aku. Dan perut aku berlinangan darah. Aku menangis sambil menunggu kematian........
Tiba-tiba....
Monday, February 17, 2014
Second Disaster
Saturday, October 26, 2013
No Presupposition Without Interpretation
Now I'm thinking about the connection between presupposition and interpretation. No man can avoid those things. No man can neither deny their presupposition nor ignoring their interpretation. We are human and God created us are to be like Him. We have an ability to do interpretation and we have an undeniable presupposition.
Let me make you think.
Presupposition is a given things, yet the interpretation is a forming things. We are being given also being formed. The concept of "already and not yet" is deeply rooted in our nature. We are sinful nature, but we, the chosen people are being able to go deepen to the meaning of the salvation that is given also have to be work for (St. Paul's theology). Interpretation is a task from God to all human. We do interpret nature as science, we do interpret others as social studies. But our presupposition is extremely affecting our interpretation. Both of those things are forming each other. Who form our presupposition? Let God and just He himself can change our behavior on interpreting something. Keep the balance of interpreting either social studies or scientific method. Don't break the balance instead you break God's decree.
Wednesday, August 14, 2013
Stop Geotag Your Picture
Warning!
If you take photos with your cell phone, please "Disable The Geotagging Mode". Please don't let Cyber-Criminals do bad thing when you post the Geotagged picture on Instagram, Twitter, Facebook, Foursquare, and many social medias. I just know it. They can trace where you are from that picture.
Take your time to watch the video in the link below:
www.kyeos.wordpress.com/2013/05/10/warning-if-you-take-photos-with-your-cell-phone/
I passed this into on to everyone in my family, facebook, twitter, path, and every social media I have! It is an important post!
Thursday, July 11, 2013
Ask: Why?
We often ask "why" in our life. The bitterness of our life sometimes force us to think "how unfair..."
We ought to feel that we were the saddest person in the world.
For me? Today is the day that God molds me. I've been hearing the word of God for a full-3-day. I couldn't expect that God tests me the day after I attend that convention.
Can you imagine how mad you are when you are waiting for around 6 hours for nothing? That is what I feel today in Immigration centre located in Jakarta...
I asked God "Oh God.... Why?"
Suddenly, I remember what I had been heard from the convention.. "God molds you in a very natural-way.. He has a greater plan than ours...... He know the best for His people....... Keep faith in Him... Never lost your faith, ask God for keep you safe in His hand..."
Surprisingly, I feel so calm... Just like never before... The power of the word is so strong that he could change the mood of hatred to a mood of flesh-heart...
Thus confirms me more about God as my center of my universe of thought..
Praise God!