Monday, September 26, 2016
#1 Anies - Analisa Singkat Tentang Pilkada DKI 2017-2022
Wednesday, March 23, 2016
Kisah PLAT KUNING (K) vs PLAT HITAM (H) di hadapan Ibu Guru (IG)
Kisah:
K: Bu guru! Bu guru! Hitam nakal Bu! Tuh liat aja dia ke sekolah pake baju bebas! Keluarkan dia dari sekolah!
IG: Oh ya? Mana orangnya? (sambil menyeret-nyeret Hitam)
K: Ini bu orangnya!
IG: Kuning! Mana segaramnya? Kamu tahu kamu lagi dimana?
H: Di sekolah Bu..
IG: Kamu tahu peraturannya kalau baju harus segaram! Mana segarammu?!
H: Saya belum ada Bu, ribet urusnya, aku beli di Koperasi disuruhnya ribet Bu.
IG: Wah nanti saya coba atur dengan Koperasi.
(IG berjalan ke koperasi)
IG: Koperasi, apa betul Hitam pernah ingin beli baju seragam?
Koperasi: Iya bu namun requestnya tidak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.
IG: Aturan apa itu?
Koperasi: Hmm... itu loh bu... Dia tidak bawa cukup uang...hmm… iya bu! Betul dia tidak cukup uang..
IG: Memang bajunya berapa harganya?
Koperasi: Hmm... Ini bu sebentar saya liat dulu (Sambil ga jelas mengalihkan)... Ini bu.. 100 juta Bu....
IG: Gila kamu! Masak seragam 100 juta! Dimana-mana paling mahal 100ribu!
Koperasi: Ok bu... ok baik baik saya akan atur...
IG: Atur ndasmu! Sini saya beli 100ribu!
(akhirnya IG membeli dan memberikannya ke Hitam)
IG: Ini seragammu Hitam, kamu harus bayar saya 100ribu!
H: Baik bu, terima kasih banyak...
K: Ibu pilih kasih!! Sini hitam! Saya bunuh kamu!
*kemudian K memukuli H sampai bonyok di depan teman-temannya, kemudian dilerai oleh security dan IG sendiri.
IG: Kalau masih lanjut begitu, bukan Hitam yang saya keluarkan tapi kamu saya keluarkan, Kuning!
K: maaf bu maaf. Saya kalap..
Dan akhir cerita si K malu dan berkata "kalau begitu kalian teman-teman saya traktir makan deh seharian ini! Sehari aja ya! Gak berkali-kali! Tanpa syarat!"
Kemudian teman-temannya terpilah jadi dua..
Teman yang pintar: "Kok gitu ya berubah drastis.." -- Teman yang melihat lebih tajam mengenai kasus ini
Teman yang bodoh: "Wah saya akan naik! Mumpung gratis!" -- Pasukan nasi bungkus
Analogi-analogi:
Baju bebas: Illegal, tidak sesuai peraturan yang ada
K: Perusahan yang memiliki mental persaingan yang buruk
H: Perusahaan yang menggunakan setiap kesempatan illegal untuk mendapat untung
Koperasi: Anggota anggota pemerintah (kebanyakan sih DPR) yang mau ambil untung secara bodoh
IG: Orang-orang yang berhubungan dengan hukum yang HARUSNYA mengerti regulasi, peraturan, dan grasi.
Teman-teman: masyarakat Jakarta dan sekitarnya..
Traktir sehari: Gratiskan jasa sehari. Hahaha
Refleksi:
Teman macam apakah kita? Bagaimana kita menanggapinya?
Teman bodoh? Atau teman pintar? Pikirkan sendiri dan putuskan sendiri!
Saya percaya pencitraan yang dilakukan perusahaan lama lebih bagus, dan saya sangat tidak yakin supir-supir yang merupakan pekerja (kaum marginal) dapat menginisiasi gerakan sebesar itu. Siapa yang mengumpulkan massa sebanyak itu? Darimana powernya? Bagaimana persuasi mereka? Saya sangat yakin ada oknum penting (bukan orang kecil!) yang ada di balik semua ini.
Thursday, December 24, 2015
Christmas Reflection
Wednesday, September 9, 2015
Tuition?
Tuesday, March 10, 2015
Si vis Pacem Para Bellum - If you want a peace, prepare to war
Monday, January 19, 2015
Love Series: The Two Responses
“To love at all is to be vulnerable. Love anything and your heart will be wrung and possibly broken. If you want to make sure of keeping it intact you must give it to no one, not even an animal. Wrap it carefully round with hobbies and little luxuries; avoid all entanglements. Lock it up safe in the casket or coffin of your selfishness. But in that casket, safe, dark, motionless, airless, it will change. It will not be broken; it will become unbreakable, impenetrable, irredeemable. To love is to be vulnerable.”
Saturday, January 3, 2015
New Year Resolution?
Monday, December 8, 2014
Preparing Marriage
- Mercy / pengampunan,
- Grace / anugerah,
- Unconditional Love / kasih yang tidak bersyarat.
Wednesday, September 3, 2014
Perspective of Love
I took my bible and was trying to find the answer. I open 1 Corinthians 13 (I am not randomly search for the answer, I knew that verse talk about love). Surprisingly, I felt so blessed. I got another perspective of love, in an old manuscript called "Bible".
I found that The Love is a nuclear of our everything. Love acts as a nucleus in our life.
Friday, July 25, 2014
Pemilu 2014 - Terima Kasih Tuhan! Terima Kasih Indonesia! Terima Kasih Pak Jokowi!
Saturday, April 19, 2014
H+2 Kematian Tuhan, H-2 Menuju Kemenangan
Bagaimana respon kita ketika kita disalah mengerti oleh orang? Apalagi orang yang kamu sayang.
Apakah kita akan cenderung untuk mempersalahkan orang yang salah mengerti kita?
Ataukah kita mempersalahkan diri kita?
Buat saya dua duanya bukan jawaban.
Ketika kita disalah mengerti, kita seharusnya minta jawaban kepada Tuhan, dan minta bijaksana Tuhan dalam bagaimana menghadapi hal ini. Cara terbaik buat saya adalah diam sejenak, berdoa, menenangkan pikiran, jangan terlalu terburu-buru untuk menyelesaikan dan mengklarifikasi masalah.
Ini kunci hikmat yang cukup sulit bagi saya untuk saya lakukan (dan saya percaya bagi kebanyakan orang!)
Berdiam diri, tidak membalas, tidak mengklarifikasi apa apa, berdoa, serahkan diri kepada Tuhan, itulah yang diajarkan Tuhan Yesus ketika Dia mau ditangkap dan bahkan ketika Ia meregang nyawaNya di atas kayu salib.
Hidup ini memang tidaklah adil bagi orang Kristen, karena mereka selalu disalah artikan, bahkan oleh sesama orang Kristen. Namun tidak ada batasan bagi Tuhan untuk menggunakan apapun untuk mengajarkan kita.
Kembalilah kepada Tuhan, maka Ia akan memberikan kelegaan sekalipun kita ada di tanah yang tandus.
Sunday, March 23, 2014
Sukacita = Joy
Sukacita.
Siapakah manusia sehingga mereka diberikan kemampuan untuk tertawa?
Siapakah manusia sehingga mereka diberikan rasa gembira?
Siapakah manusia sehingga mereka memiliki selera humor?
Mari kita memikirkan esensi dari sukacita. Apa itu sukacita?
Saya rasa, sukacita merupakan keadaan dimana segala kebutuhan yang ada di dalam diri ini seperti dipenuhi, meskipun secara realita, masih banyak kekurangan. Mensyukuri kekurangan -- mungkin itu definisi saya mengenai sukacita.
Sukacita tentu berbeda dengan senang.
Sukacita mengandung unsur ketenangan, kesenangan mengandung unsur ketegangan.
Sukacita lebih lama, kesenangan lebih sementara.
Sukacita tidak bisa direbut oleh siapapun kecuali diri kita, kesenangan mudah runtuh.
Sukacita tidak tergantung oleh seberapa sulit kita berada, kesenangan sangat bergantung kepada keadaan.
Joy and happiness are two different things. They both expressed in our face, but only joy can be felt in our heart.
Meskipun demikian, kesenangan bukanlah hal yang salah. Bersenang-senangpun (hal yang sering dianggap tabu oleh orang-orang beragama) bukanlah hal yang salah juga. Terkadang di dalam pemikiran ekstrim kita, kita memisahkan dengan ekstrim juga antara sukacita dan kesenangan.
Berhati-hatilah dengan pemikiran kita. Jangan menjadi orang yang hidup di dalam kesempitan "pengajaran" agama. Jadilah orang yang bijaksana, karena Tuhan menciptakan kita untuk menikmati setiap anugerahNya di dalam sukacita dan kesenangan yang penuh!
Saturday, March 15, 2014
Inception
Mau ceritain mimpi nih, baru kali ini punya mimpi yang kayak gini. Silakan dibaca, mungkin saja baik untuk para laki-laki yang sedang memiliki tingkat keegoisan super tinggi yang mau belajar sedikit merelakan keinginannya:
Aku sedang bermimpi lagi di suatu tempat yang sedang ada peperangan antara 2 ratu, yaitu Ratu Baik dan Ratu Jahat. Ratu Baik ingin tempatnya terus memiliki ketenangan dan kedamaian. Namun Ratu Jahat ingin tempatnya itu dikuasai oleh dia. Kedua Ratu ini saling adu tenaga untuk “menghipnotis” penduduk setempat.
Aku sebagai orang yang cukup penting pada tempat itu juga tidak luput dari mata mereka. Namun karena aku pro kepada Ratu Baik, aku selalu dekat dengan Ratu Baik. Namun aku merasa dihianati oleh Ratu Baik karena dia berusaha menghipnotis aku. Aku dihipnotis untuk menjadi makin benci kepada Ratu Jahat. Sedangkan istri aku (maklum mimpi dalam mimpi, masih belum kesampean huahahaha), mungkin tidak perlu disebutkan yah disini, maka sebut saja Kloguq ditangkap oleh Ratu Jahat dan juga dihipnotis untuk semakin benci dengan aku.
Pada saat itu, aku bisa melihat diri aku yang mau berontak terhadap kuasa dari Ratu Baik, namun aku hanya bisa kesal karena apapun yang aku kerjakan selalu mendukung Ratu Baik, karena aku dihipnotis. Ini sangat sulit, ketika hatimu tidak inginkan itu, tapi tubuh dan pikiranmu selalu menjalankan hal yang sebaliknya. Aku akhirnya berhasil bertemu dengan Ratu Jahat dan kebencian itu semakin meledak-ledak, sehingga apa yang aku kerjakan adalah berusaha untuk membunuh Ratu Jahat itu.
Pisau aku ambil, dan berusaha membabi buta membunuh Ratu Jahat itu. Namun ketika aku mendapatkan spot yang tepat untuk menusuk perutnya, tiba tiba yang nengok adalah muka Kloguq, dan pisau itu berhenti bergerak. Dari kejauhan ada teriakan dari Ratu Baik “bunuh saja dia, apa yang kau tunggu lagi? Itu bukan istrimu! Itu hanyalah hipnotis”. Karena aku masih dibawah pengaruh hipnotis dari Ratu Baik, aku dengan air mata membiarkan tangan aku yang memegang pisau menusuk tubuh yang memiliki wajah sama dengan Kloguq. Ketika aku selesai membunuh orang itu.
Ratu Baik mendatangi aku dan mengatakan “Kau sudah membunuh istrimu, yang bukan istrimu.. Peperangan aku dengan Ratu Jahat bukan urusanmu, kau harus berani membunuh orang yang engkau akung untuk mendapatkan perkenanan dari aku.”. Sambil berlinangan air mata, Ratu Baik mencabut hipnotisnya kepada aku. Lalu aku melihat ternyata yang aku bunuh adalah diri aku sendiri, aku sambil menangis mencabut pisau dari perut aku. Dan perut aku berlinangan darah. Aku menangis sambil menunggu kematian........
Tiba-tiba....
Monday, February 17, 2014
Second Disaster
Saturday, October 26, 2013
No Presupposition Without Interpretation
Now I'm thinking about the connection between presupposition and interpretation. No man can avoid those things. No man can neither deny their presupposition nor ignoring their interpretation. We are human and God created us are to be like Him. We have an ability to do interpretation and we have an undeniable presupposition.
Let me make you think.
Presupposition is a given things, yet the interpretation is a forming things. We are being given also being formed. The concept of "already and not yet" is deeply rooted in our nature. We are sinful nature, but we, the chosen people are being able to go deepen to the meaning of the salvation that is given also have to be work for (St. Paul's theology). Interpretation is a task from God to all human. We do interpret nature as science, we do interpret others as social studies. But our presupposition is extremely affecting our interpretation. Both of those things are forming each other. Who form our presupposition? Let God and just He himself can change our behavior on interpreting something. Keep the balance of interpreting either social studies or scientific method. Don't break the balance instead you break God's decree.
Wednesday, August 14, 2013
Stop Geotag Your Picture
Warning!
If you take photos with your cell phone, please "Disable The Geotagging Mode". Please don't let Cyber-Criminals do bad thing when you post the Geotagged picture on Instagram, Twitter, Facebook, Foursquare, and many social medias. I just know it. They can trace where you are from that picture.
Take your time to watch the video in the link below:
www.kyeos.wordpress.com/2013/05/10/warning-if-you-take-photos-with-your-cell-phone/
I passed this into on to everyone in my family, facebook, twitter, path, and every social media I have! It is an important post!

